Adakah korelasi pengidap penyakit jantung dengan orang pendek. Berdasar penelitian spesialis dan ahli klinis Universitas Tampere di Finlandia, ternyata orang pendek memiliki risiko lebih besar terkena penyakit jantung dibanding orang dengan postur tubuh tinggi. Demikian dirilis European Heart Journal bulan Juni 2010.
Sebanyak 52 penelitian yang melibatkan tiga juta orang menemukan bahwa orang dewasa bertubuh pendek hampir 1,5 kali mudah mengalami serangan jantung, penyakit kardiovaskular atau jantung dan meninggal akibat penyakit jantung dibandingkan dengan orang dewasa bertubuh tinggi. Hal ini tampaknya berlaku bagi laki-laki dan perempuan.
Tuula Paajanen ahli klinis dari Universitas Tampere di Finlandia, tinggi badan hanyalah salah satu faktor yang ada korelasi dengan risiko penyakit jantung. Maka orang harus mampu mengendalikan tinggi dan berat badan serta kebiasaan gaya hidup seperti merokok, minum minuman keras dan olahraga.
Dalam 50 tahun terakhir, lebih dari 1.900 penelitian telah memberikan bukti yang saling bertentangan mengenai apakah tinggi badan dapat dikaitkan dengan penyakit jantung. Para peneliti berharap bahwa dengan hasil penelitian yang baru, di masa mendatang upaya lebih ditujukan untuk mengetahui kemungkinan patofisiologi, lingkungan dan genetik.
Paajanen dan kawan-kawan melakukan analisis terhadap orang-orang dengan tinggi badan di bawah 5 kaki 3 inci (160,5 cm) dan lebih dari 5 kaki 8 inci (173,9 cm). Kemudian dipisahkan berdasarkan jenis kelamin yaitu laki-laki pendek rata-rata kurang dari 5 kaki 5 inci (165,4 cm) dan laki-laki tinggi lebih dari 5 kaki 9 inci (177,5 cm), sementara wanita pendek berada di bawah 5 kaki (153 cm) dan tinggi perempuan lebih dari 5 kaki 5 inci (166,4 cm).
Hasilnya adalah 37 persen laki-laki bertubuh pendek mempunyai kemungkinan cepat meninggal dari sebab apapun dibandingkan dengan laki-laki bertubuh tinggi, sementara itu 55 persen perempuan bertubuh pendek kemungkian cepat meninggal karena sebab apapun dibandingkan dengan perempuan bertubuh lebih tinggi.
Tapi Paajanen mengakui hasil penelitiannya tidak menggunakan faktor lain yang menyebabkan kemungkinan terjadinya penyakit jantung atau kardiovaskuler seperti usia, jenis kelamin, merokok, kelainan lipid, diabetes, status sosial ekonomi atau hal lainnya. Untuk itu Paajanen akan melakukan penelitiaan lanjutan dengan mempertimbangkan faktor yang lain untuk memperkuat analisisnya.
sumber:http://www.tribunnews.com
Sebanyak 52 penelitian yang melibatkan tiga juta orang menemukan bahwa orang dewasa bertubuh pendek hampir 1,5 kali mudah mengalami serangan jantung, penyakit kardiovaskular atau jantung dan meninggal akibat penyakit jantung dibandingkan dengan orang dewasa bertubuh tinggi. Hal ini tampaknya berlaku bagi laki-laki dan perempuan.
Tuula Paajanen ahli klinis dari Universitas Tampere di Finlandia, tinggi badan hanyalah salah satu faktor yang ada korelasi dengan risiko penyakit jantung. Maka orang harus mampu mengendalikan tinggi dan berat badan serta kebiasaan gaya hidup seperti merokok, minum minuman keras dan olahraga.
Dalam 50 tahun terakhir, lebih dari 1.900 penelitian telah memberikan bukti yang saling bertentangan mengenai apakah tinggi badan dapat dikaitkan dengan penyakit jantung. Para peneliti berharap bahwa dengan hasil penelitian yang baru, di masa mendatang upaya lebih ditujukan untuk mengetahui kemungkinan patofisiologi, lingkungan dan genetik.
Paajanen dan kawan-kawan melakukan analisis terhadap orang-orang dengan tinggi badan di bawah 5 kaki 3 inci (160,5 cm) dan lebih dari 5 kaki 8 inci (173,9 cm). Kemudian dipisahkan berdasarkan jenis kelamin yaitu laki-laki pendek rata-rata kurang dari 5 kaki 5 inci (165,4 cm) dan laki-laki tinggi lebih dari 5 kaki 9 inci (177,5 cm), sementara wanita pendek berada di bawah 5 kaki (153 cm) dan tinggi perempuan lebih dari 5 kaki 5 inci (166,4 cm).
Hasilnya adalah 37 persen laki-laki bertubuh pendek mempunyai kemungkinan cepat meninggal dari sebab apapun dibandingkan dengan laki-laki bertubuh tinggi, sementara itu 55 persen perempuan bertubuh pendek kemungkian cepat meninggal karena sebab apapun dibandingkan dengan perempuan bertubuh lebih tinggi.
Tapi Paajanen mengakui hasil penelitiannya tidak menggunakan faktor lain yang menyebabkan kemungkinan terjadinya penyakit jantung atau kardiovaskuler seperti usia, jenis kelamin, merokok, kelainan lipid, diabetes, status sosial ekonomi atau hal lainnya. Untuk itu Paajanen akan melakukan penelitiaan lanjutan dengan mempertimbangkan faktor yang lain untuk memperkuat analisisnya.
sumber:http://www.tribunnews.com

0 Response to "Orang Pendek Lebih Berisiko Terserang Penyakit Jantung !!!!"
Posting Komentar